Berikut Beragam Jenis Penyakit Kelamin Pada Pria maupun Wanita

Penyakit kelamin merupakan penyakit yang sering infeksi secara umum di dunia dan memiliki kasus lebih 1 juta penderita. Baik remaja maupun orang dewasa dapat mengalami penyakit ini. penyakit ini di Indonesia dapat terjadi jika melakukan seks tidak aman sekalipun merupakan pasangan halal karena adanya kebiasaan buruk yang dapat diderita oleh siapapun.

Berikut adalah jenis penyakit pada kelamin pria maupun wanita diantaranya:

  • Trikomoniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi trichomonas vaginalis bertahun-tahun, gejala yang muncul cukup samar dan biasanya ditandai dengan keputihan dengan bau busuk untuk wanita dan adanya cairan asing berbau bagi pria, merasakan gatal pada bagian intim, merasakan sensasi perih ketika buang air kecil dan sakit ketika melakukan seks.
  • Mononukleosis yang disebabkan oleh EBV atau epstein barr virus yang tidak ditularkan berdasarkan cairan organ pada intim maupun kelamin melainkan adanya pertukaran liur ketika ciuman, tidak memberikan gejala khas namun biasanya mengalami demam ringan, pegal linu, gejala mirip dengan flu yang sering disepelekan.
  • Infeksi parasit usus yang ditularkan melalui paparan feses yang berpindah ketika melakukan seks oral maupun seks anal, biasanya tidak menunjukkan gejala apapun karena masuk dalam masa inkubasi ketika berada dalam kisaran hingga 4 minggu.

Selain itu, terdapat penyakit molluscum contagiosum yang disebabkan oleh pxvirus. Penyakit ini lewat melalui hubungan intim tanpa menggunakan kondom dan tertular melalui kontak kulit dengan menggunakan baju atau handuk dari penderita. Gejala yang diberikan adalah kulit kelamin merasakan gatal, demam tidak enak badan hingga tidak merasakan gejala setelah setahunan terinfeksi. HPV yang disebabkan oleh human papilloma virus dimana tidak memberikan gejala, pertumbuhan kulit kelamin dan biasanya dapat menyebabkan kanker serviks untuk wanita.

Dapat juga mengalami klamidia dengan gejala keputihan berbau dan merasakan sensasi panas ketika kencing yang diakibatkan oleh bacterial vaginosis. Hal ini ditandai dengan perdarahan vagina diluar dari waktu menstruasi, merasakan sakit pada hubungan seks, biasanya untuk wanita akan menyebar hingga menuju rahim dan merasakan peradangan pada panggul. Gonore merupakan penyakit dari infeksi bakteri neisseria gonorrhoeae atau gonococcus yang terjadi di usia 25 tahun kebawah wanita, dan biasanya 50% tidak mengalami gejala. Gonore dapat merusak organ reproduksi dan meningkatkan resiko terkena penyakit HIV hingga menyerang area otak, darah, persendian hingga jantung.

Berikut adalah yang dilakukan ketika mengalami penyakit bagian kelamin diantaranya:

  • Penyakit ini dapat menular walaupun nonseksual sehingga jangan berkecil hati dan jangan mengalami depresi atau merasa sendirian.
  • Jangan menyalahkan pasangan, usahakan tetap tenang dan ajak pasangan untuk berbicara serta melakukan tes yang sama sehingga infeksi ini tidak ditularkan jika hanya melakukan hubungan seksi tetapi dapat ditularkan melalui darah dan suntikan.
  • Ajak pasangan untuk berbicara sehingga menghindari kesalahpahaman dengan cara bertemu langsung dan mengajukan pertanyaan.
  • Mencari tahu banyak penyakit yang dialami mulai dari penyebab, cara penularan, gejala hingga pengobatannya dan pastikan mencari pengobatan yang tepat dan mengetahui kondisi pada tubuh.
  • Masih dapat melakukan hubungan intim asalkan melakukan hubungan intim yang aman dan menanyakan dokter cara seks aman.

Penyakit kelamin dapat menularkan jika suka mengganti pasangan seks sehingga secara tidak langsung menyebabkan penyakit. Melakukan seks tanpa kondom dan menggunakan seks toys yang membuat penyebaran penyakit pada cairan pria maupun vagina dari mainan yang menempel. Dapat juga ditingkatkan oleh orang yang sering menggunakan obat terlarang dan suka mengonsumsi alkohol.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *